Fatriansyah adalah seorang anak berumur 10 tahun yang masih duduk dibangku SD kelas
4. Disekolah, Gurunya sering menasehati
harus peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya .Ia termasuk anak beruntung
karena dapat mengenyam pendidikan dibandingkan teman-temannya dikampungnya
meskipun termasuk keluarga ekonomi rendah tetapi kepedulian orang tuanya yang
begitu besar terhadap pendidikan, dan bagaimana pun caranya anaknya harus
bersekolah, karena prinsip mereka hanya dengan anaknya bresekolah ia mampu
mengubah nasib hidup keluarganya. Tempat tinggalnya merupakan permukiman kumuh
yang dihuni oleh banyak anak jalanan. Ia terkadang miris melihat teman-teman
sebayanya yang harus berada diperempatan jalan yang begitu banyak resiko yang
seharusnya menikmati bangku sekolah, jangankan untuk biaya sekolah untuk biaya
hidup pun mereka kurang mampu. Setiap malam teman-teman Yuansyah berkumpul
digubuknya, ia dijadikan teman-temanya sebagai guru dan sumber informasi bagi
mereka yang tidak sekolah. Inilah bentuk kepedulian yuansyah terhadap
teman-temannya
SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU
1. Pengertian
Sosiologi Secara Etimologis Dan
Terminologi
Secara etimologis, Sosiologi berasal
dari kata latin socius yang
berarti ‘teman, kawan’, dan logos yang berasal dari kata yunani yang berarti
‘ilmu’. Sedangkan secara terminologi, sosiologi berarti ilmu tentang
teman.Dalam arti yang lebih luas, sosiologi diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari interaksi manusia didalam masyarakat.
2.
Pengertian
Sosiologi Menurut Ahli Eropa
A. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang
berupaya memahami tindakan-tindakanSosial
B.
Karl Marx
Memperkenalkan
pendekatan materialisme dialektis, yangmenganggap konflik antarkelas sosial
menjadi intisariperubahan dan perkembangan masyarakat.
C.
Emile Durkheim
Memperkenalkan
fakta sosial, yang berupa penelusuranfungsi berbagai elemen sosial sebagai
peningkatansekaligus memelihara keteraturan sosial
3.
Pengertian
Sosiologi Menurut Ahli Indonesia
1.
Hassan Shadily
Sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari hidup bersamadalam masyarakat, menyelidiki
ikatan-ikatan antaramanusia yang menguasai kehidupan dengan mencobamengerti
sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuknyahidup bersama serta
perubahannya, perserikatanhidup, kepercayaan, dan keyakinan.
2.
Selo Soemardjan dan Soelaeman
Soemardi
Sosiologi
adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajaristruktur sosial dan proses-proses
sosial termasuk perubahansosial.
3.
Mayor Polak
Sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yaitu hubungan antarmanusia,
manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun
kelompok material atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.
4. Sejarah Perkembangan Sosiologi Di
Eropa Barat
Pada saat sosiologi masih dianggap
sebagaiilmu yang bernaung di dalam filsafat,dan disebut dengan nama filsafat
sosial, materiyang dibahas tidak dapat dikatakansebagai ilmu sosiologi seperti
yang dikenalsekarang. Sebab, pada saat itu materi filsafatsosial masih
mengandung unsur etika yangmembahas tentang bagaimana seharusnyamasyarakat itu
(das solen), sedangkan sosiologiyang berkembang saat ini merupakanilmu yang
membicarakan
bagaimana
kenyataan yang adadalam masyarakat (das sein). Beberapailmuwan yang
mengembangkanfilsafat sosial diantaranyaadalah Plato (429–347 SM)
yangmembahasunsur-unsur sosiologitentang negara dan Aristoteles(384-322 SM)
yang membahas unsur-unsur sosiologi dalam hubungannyadengan etika sosial,
yaknibagaimana seharusnya tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan
sesamamanusia ataupun dalam kehidupan sosialnya. Selain kedua ilmuwan
itu,Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jaques Rousseau juga ikut memberikan
bentuk pada ilmu yang kemudian disebut sosiologi, dengan pemikiran
merekatentang kontak sosial. Sampai awal tahun 1800-an, konsep pemikiran
sosiologibelum dianggap sebagai ilmu pengetahuan.Baru setelah Auguste Comte
(1798-1857) menciptakan istilah sosiologi,pada tahun 1839 terhadap keseluruhan
pengetahuan manusia mengenaikehidupan bermasyarakat, maka lahirlah sosiologi
sebagai suatu ilmu pengetahuan.Inilahyang disebut dengan tahap pemikiran awal
sosiologiilmiah.Sosiologi kemudian semakin berkembang denganlahirnya
konsep-konsep baru.Satu hal yang palingpenting dalam sejarah perkembangan
sosiologi adalahmunculnya teori determinisme ekonomi yangdikembangkan oleh
Friedrich Engels dan Karl Marx.Teori ini menyatakan, bahwa faktor-faktor
ekonomimengontrol semua pola dan institusi dimasyarakat.Teori itu banyak
dianggap sebagai dasar terbentuknyakomunisme. Kemudian,Herbert Spencer
mengembangkansistematika penelitian masyarakat dan menyimpulkan,bahwa
perkembangan masyarakatmanusia adalah suatu proses evolusi yang
bertingkattingkatdari bentuk yang rendah ke bentuk yang lebihtinggi, seperti
evolusi biologis.Sosiologi berkembang dengan pesat pada abad ke-20, terutama di
Prancis,Jerman, dan Amerika Serikat. Arah perkembangan di ketiga negara
tersebutberbeda-beda karena perkembangan sosiologi di setiap negara
dilatarbelakangioleh kondisi sosial dan sejarah setempat. DiPrancis, Revolusi
Prancis dan akibatnyamerupakan latar belakang historis bagiusaha-usaha Auguste
Comte untuk menjelaskanseluruh sejarah mengenai perubahan sosial dan
kemajuan,serta gagasan untuk mengorganisasikankembali masyarakat. Di Inggris,
Revolusi industrimerusak hubungan sosial tradisional dan menciptakanperpecahan
baru dalam struktur sosial. Hal ini merangsangpara ahli teori sosial, seperti
Herbert Spencerdan Karl Marx untuk mengembangkan penjelasanmengenai masyarakat
dan perubahan sosial.Sosiologi pada zaman Comte dan HerbertSpencer masih
dipengaruhi oleh aliran filsafat danpsikologi. Baru ketika Emile Durkheim untuk
pertamakalinya menggunakan metode riset ilmiah dalammengkaji informasi
demografi dari berbagai negara,dan mempelajari hubungan antara angka bunuh diri
yang ada di negara-negaraitu dengan faktor agama dan status perkawinan, maka
sosiologi benar-benarlepas dari pengaruh filsafat. Kajian sosiologi kemudian
dilanjutkan oleh MaxWeber yang menelaah tindakan manusia dan interaksi sosial.
Perkembangan sosiologi melalui babak paling
dinamis, ketika munculpemikir-pemikir dari institut penelitian sosial
Universitas Frankfurt Jerman yanglebih dikenal dengan Mazhab Frankfurt.Tiga
pemikir utama tersebut adalahMax Horkheimer, Theodor. W. Adorno, Herbert
Marcuse. Melalui teori kritikyang dikembangkan, Mazhab Frankfurt mencoba
menghubungkan pengetahuandengan praksis kehidupan masyarakat. Lebih rinci,
upaya menghubungkanpengetahuan dan praksis diteruskan oleh Jorgen Habermas yang
mendasarkanpada paradigma komunikasi melalui media massa.
Selama pertengahan tahun 1900-an,
perkembangan sosiologi memasukitahap modern.Ciri utama sosiologi modern adalah
terjadinya spesialisasi terusmeneruspada bidang ilmu ini. Para sosiolog
berpindah dari mempelajari kondisi-kondisisosial secara menyeluruh menuju pengkajian
kelompok-kelompok khususatau tipe-tipe komunitas dalam suatu masyarakat,
misalnya para pengelola bisnis,para pembuat rumah, geng-geng di jalanan,
perubahan gaya hidup, kondisisosial, perkembangan budaya, pergerakan pemuda,
pergerakan kaum wanita,tingkah laku sosial, dan kelompok-kelompok sosial.Para
ahli sosiologi mengembangkan lebih jauh metode riset ilmiah,penerapan metode
eksperimen terkontrol, dan menggunakan komputer untukmeningkatkan efisiensi
dalam menghitung hasil survei.
5. Sejarah Perkembangan Sosiologi Di Indonesia
Sejarah perkembangan pemikiran sosiologi di Indonesia
dapat dilihat daripemikiran para pujangga dan pemimpin Indonesia di masa
lalu.Salah satunyaadalah Wulang Reh karya Sri Paduka Mangkunegoro IV dari
Surakarta yangmengajarkan tata hubungan antara anggota masyarakat Jawa yang
berasaldari golongan yang berbeda-beda.Tokoh lainnya, Ki Hajar Dewantara,
jugamenyumbangkan konsep-konsep mengenai kepemimpinan dan kekeluargaandi
Indonesia yang dipraktikkan dalam organisasi pendidikan Taman Siswa.Keduanya
membuktikan bahwa unsur-unsur sosiologi sudah ada, meskipun tidakmurni
sosiologi.Persinggungan masyarakat Indonesia dengan dunia barat, terjadi
melaluizaman penjajahan Belanda. Pada zaman ini, banyak karya dari sarjana
Belandayang mengambil masyarakat Indonesia sebagai pusat kajiannya, misalnya
SnouckHurgronje, van Vollenhoven, dan Ter Haar yang menulis tentang keadaan
sosialdi Indonesia saat itu, walaupun demi kepentingan penjajahan.
Sekolah TinggiHukum (Rechtchogeschool)
di Jakarta pernah menjadi satu-satunya lembagaperguruan tinggi yang mengajarkan
sosiologi di Indonesia sebelum akhirnyadihentikan pada tahun 1934-1935.Sesudah
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Prof. Mr. SoenarioKolopaking pertama
kali memberikan kuliah sosiologi pada tahun 1948 diAkademi Ilmu Politik
Yogyakarta(sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosialdan Politik Universitas Gadjah
Mada).Beliau memberikan kuliah dalam bahasaIndonesia, hal itu merupakan
sesuatuyang baru karena sebelumnya kuliah-kuliahdiberikan dalam bahasa
Belanda.Mulai tahun 1950, semakin banyakmasyarakat Indonesia yang
mempelajarisosiologi secara khusus sebagai ilmupengetahuan sehingga tidak hanya
menjadikansosiologi semakin berkembangdi Indonesia, tetapi sekaligus
membawaperubahan dalam sosiologi di Indonesia.Buku-buku sosiologi karya orang
Indonesia mulai bermunculan. Antaralain, Mr. Djody Gondokusumo menulis
Sosiologi Indonesia (1946), Bardosono(1950) menerbitkan diktat sosiologi, dan
Hassan Shadily, M.A. menyusun bukuberjudul Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia
yang memuat bahan-bahanpelajaran sosiologi modern. Kemudian, Major Polak,
seorang warga negaraIndonesia bekas Pangreh Praja Belanda yang berkesempatan
mempelajarisosiologi di Universitas Leiden di Belanda menerbitkan buku berjudul
SosiologiSuatu Pengantar Ringkas, dan Pengantar Sosiologi Pengetahuan Hukum
danPolitik (1967). Sebelumnya, muncul karya-karya Selo Soemardjan, di
antaranyaSocial Change in Yogyakarta (1962) yang sebenarnya adalah disertasi
Selo Soemardjan saat memperoleh gelar doktor dari Cornell University. Isinya
tentangperubahan-perubahan sosial di Yogyakarta sebagai akibat revolusi sosial
politikpada waktu pusat pemerintahan di Yogyakarta. Selanjutnya, Selo
Soemardjanbekerja sama dengan Soelaeman Soemardi menulis buku berjudul SetangkaiBunga
Sosiologi (1964).Saat ini semakin banyak sumber belajar sosiologi, bahkan telah
ada sejumlahFakultas Ilmu Sosial dan Politik yang memiliki jurusan sosiologi,
sepertiUniversitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas
Airlangga,Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas
SebelasMaret, Universitas Hassanudin, dan Universitas Andalas. Dari jurusan
sosiologiitu, diharapkan sumbangan dan dorongan lebih besar untuk mempercepat
danmemperluas perkembangan Sosiologi di Indonesia untuk kepentingan
masyarakat,karena sosiologi sangat diperlukan apabilaseseorang ingin
mengetahuiapa yang sebenarnya terjadi di masyarakat, yang selanjutnya dapat
dipakaiuntuk membuat kebijakan yang tepat bagi perkembangan masyarakat.
6. Ruang Lingkup Sosiologi
Ruang lingkup sosiologi mencakup pengetahuan dasar pengkajian
kemasyarakatan yang meliputi:
1.
Kedudukan dan peran sosial individu dalam
keluarga, kelompok sosial,dan masyarakat
2.
Nilai-nilai dan norma sosial yang mendasari
atau memengaruhi sikap dan perilaku anggota masyarakat dalm melakukan hubungan
sosial.
3.
Masyarakat dan kebudayaan daerah sebagai
submaasyarakat serta kebudayaan nasional indonesia
4.
Perubahan sosial budaya yang terus menerus
berlangsung yang disebabkan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal.
5.
Masalah-masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan
sehari-hari.
7. Karakteristik Sosiologi Sebagai Ilmu
Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip
oleh Soerjono Soekanto, sosiologisebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai
berikut.
- Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal
sehatyang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
- Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun
abstraksi dari hasilobservasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi
tersebutmerupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secaralogis dan
bertujuan menjalankan hubungan sebab akibatsehingga menjadi teori.
- Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori
yang sudahada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga
memperkuatteori-teori yang lama.
- Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah
tidakmempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapilebih bertujuan
untuk menjelaskan masalah tersebut secaramendalam.
8. Hakikat Sosiologi
Hakikat sosiologi sebagai ilmu
pengetahuan sebagai berikut:
- Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang
dipelajari adalahgejala-gejala kemasyarakatan.
- Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan
merupakandisiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadiansaat ini
dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
- Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science)dan ilmu
pengetahuan terapan (applied
science).
- Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan
bukanilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatianadalah bentuk
dan pola peristiwa dalam masyarakat secaramenyeluruh, bukan hanya
peristiwa itu sendiri.
9. Metode Dalam Sosiologi
a.
Metode Kualitatif
Metode kualitatif mengutamakan bahan yang
sukar diukur dengan angka.Misalnya tingkat partisipasi warga terhadap
kebersihan desa atau bagaimana persepsi hidup sehat kaum pemulung, dan
lain-lain. Metode ini kemudian diperluas menjadi tiga metode yang lebih
spesifik antara lain metode historis, komparatif, dancase study.
b.
Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif
lebih menggunakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka. Oleh karenanya gejala-gejala
yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula
yang menggunakan perhitungan
matematika.
c.
Metode Induktif
Metode yang mempelajari suatu gejala khusus
untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku umum dala lapangan yang lebih
luas.
d.
Metode Deduktif
Metode yang menggunakan proses yang
berkebalikan dengan metode induktif yaitu dimulai dari kaidah-kaidah yang dianggap berlaku umum untuk kemudian di
pelajari dalam keadaan yang bersifat khusus.
10.
Perspektif Dalam
Sosiologi
Berikut ini beberapa perspektif dalam
sosiologi :
1.
Perspektif Evolusionis
Perspektif ini merupakan perspektif teoretis
yang paling awal dalam sosiologi.Penganutnya adalah Auguste Comte dan Herbert
Spencer.Perspektif ini memberikan keterangan yang memuaskan tentang bagaimana
masyarakat manusia tumbuh dan barkembang.Para sosiolog yang menggunakan
perspektif ini mencari pola perubahan dan perkembangan yang muncul dalam
masyarakat yang berbeda untuk mengetahui apakah ada urutan perubahan yang
berlaku umum. Dalam perspektif ini secara umum dapat dikatakan bahwa perubahan
manusia atau masyarakat itu selalu bergerak maju (secara linear), namun ada
beberapa hal yang tidak ditinggalkan sama sekali dalam pola kehidupannya yang
baru dan akan terus dibawa meskipun hanya kecil sampai pada perubahan yang
paling baru.
2.
Perspektif Fungsionalis
Dalam perspektif ini, masyarakat dilihat
sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja sama secara terorganisasi dan
teratur, serta memiliki seperangkat aturan dan nilai yang dianut sebagian besar
anggota masyarakat tersebut. Jadi, masyarakat dipandang sebagai suatu system
yang stabil, selaras dan seimbang.Dengan demikian menurut pandangan perspektif
ini, setiap kelompok atau lembaga melaksanakan tugas tertentu secara terus menerus,
karena hal itu fungsional. Sehingga, pola perilaku timbul karena secara
fungsional bermanfaat dan apabila kebutuhan itu berubah, pola itu akan hilang
atau berubah.Beberapa sosiolog pendukung perspektif ini adalah Talcott Persons,
Kingsley Davis, dan Robert K. Merton.Seorang antropolog yang juga sangat
mendukung perspektif ini, bahkan dapat dikatakan sebagai pelopornya adalah
Bronislaw Malinowsky (Polandia).
3.
Perspektif Interaksionisme
Perspektif ini cenderung menolak anggapan
bahwa fakta sosial adalah sesuatu yang determinan terhadap fakta sosial yang
lain. Bagi perspektif ini, orang sebagai makhluk hidup diyakini mempunyai
perasaan dan pikiran.Dengan perasaan dan pikiran orang mempunyai kemampuan
untuk memberi makna terhadap situasi yang ditemui, dan mampu bertingkah laku
sesuai dengan interpretasinya sendiri.Perspektif ini, memusatkan perhatian pada
interaksi antara individu dengan kelompok, terutama dengan menggunakan
simbol-simbol, antara lain tanda, isyarat, dan kata-kata baik lisan maupun
tulisan. Atau dengan kata lain perspektif ini meyakini bahwa orang dapat
berkreasi, menggunakan, dan berkomunikasi melalui simbol-simbol. Tokoh-tokoh
yang terkenal sebagai penganut perspektif ini adalah George Herbert Mead dan
W.I. Thomas.
4.
Perspektif Konflik
Perspektif ini melihat masyarakat sebagai
sesuatu yang selalu berubah, terutama sebagai akibat dari dinamika pemegang
kekuasaan yang terus berusaha memelihara dan meningkatkan posisinya.Perspektif
ini selalu beranggapan bahwa kelompok-kelompok tersebut mempunyai tujuan
sendiri yang beragam dan tidak pernah terintegrasi. Dalam mencapai tujuannya,
suatu kelompok seringkali harus mengorbankan kelompok lain. Karena itu konflik
selalu muncul, dan kelompok yang tergolong kuat setiap saat selalu berusaha
meningkatkan posisinya dan memelihara dominasinya.
11.
Cabang-Cabang
Sosiologi
Sosiologi yang
berkembang dalam masyarakat memiliki beberapa cabang yang disesuaikan dengan
bidang keilmuannya. Berikut ini kita akan membahas beberapa cabang sosiologi.
- Sosiologi Pendidikan
Sosiologi pendidikan
adalah cabang sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah
pendidikan yang fundamental.Masalah-masalah itu muncul sebagai akibat perubahan
zaman, seperti perubahan masyarakat dari pertanian menuju masyarakat
industri.Perubahan itu menuntut dibuatnya berbagai sarana pendidikan, seperti
gedung sekolah, buku-buku pelajaran, dan fasilitas lainnya.hal itu mengingat
pentingnya pendidikan dalam dunia industri.
- Sosiologi Agama
Sosiologi agama
mempelajari hubungan antara fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan
agama.Dalam sosiologi agama dipelajari beberapa materi yang meliputi perilaku
manusia yang berhubungan dengan keyakinan yang dipeluknya, peranan agama
sebagai pranata sosial, peranan agama dalam perubahan masyarakat, dan peranan
agama sebagai agen pengendalian sosial.
- Sosiologi Hukum
Sosiologi hukum
mempelajari kaitan antara fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan hukum.
Materi yang dipelajari antara lain perilaku masyarakatdalam hubungannya dengan
hukum yang berlaku, peranan hukum dalam masyarakat, dan lembaga-lembaga yang
berkaitan dengan hukum yang ada dalam masyarakat.
- Sosiologi Keluarga
Sosiologi keluarga
membahas kegiatan atau interaksi antara fenomena yang terjadi dalam masyarakat
dengan keluarga. Hal yang dipelajari dalam sosiologi keluarga antara lain
peranan keluarga dalam masyarakat, peranan keluarga dalam perubahan sosial, dan
beberapa bentuk keluarga yang ada dalam masyarakat.
- Sosiologi Pedesaan
Cabang sosiologi ini
mempelajari masyarakat pedesaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya
sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Materi yang dipelajari dalam
sosiologi pedesaan antara lain mata pencaharian hidup, pola hubungan, pola
pemikiran, serta sikap dan sifat masyarakat pedesaan dalam kehidupan sehari-hari.
- Sosiologi Perkotaan
Sosiologi perkotaan
mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya
sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Materi yang dipelajari antara lain
mata pencaharian hidup, pola hubungan dengan orang-orang yang ada di
sekitarnya, dan pola pikir dalam menyikapi suatu permasalahan.
12. Manfaat Sosiologi
Berikut ini disebutkan beberapa manfaat mempelajari
sosiologi.
1. Dengan mempelajari sosiologi, kita akan dapat
melihat dengan lebih jelas siapa diri kita, baik sebagai pribadi maupun (dan
terutama) sebagai anggota kelompok atau masyarakat.
2. Sosiologi membantu kita untuk mampu mengkaji tempat
kita dalam masyarakat, serta dapat melihat 'dunia' atau 'budaya' lain yang
belum kita ketahui sebelumnya.
3. Sosiologi membantu kita mendapatkan pengetahuan
tentang berbagai bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat, baik
antarindividu, antarkelompok, maupun antarindividu dan kelompok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar